Xiaomi Mi Max 3 New Smartphone with 5,500mAh Battery & 6GB RAM

                     

Display
6.90-inch
Processor
1.8GHz octa-core
Front Camera
8-megapixel
Resolution
1080×2160 pixels
RAM
4GB
OS
Android 8.1 Oreo
Storage
64GB
Rear Camera
12-megapixel
Battery Capacity
5500mAh

from Gadgets Arena http://bit.ly/2Lzmww7

OPPO Find X Officially Launched in Malaysia

As reported two weeks ago, the OPPO Find X has finally made its official debut in Malaysia! Being the latest flagship by the Chinese company, the Find X packs a Qualcomm Snapdragon 845 processor with 8GB RAM and 256GB storage. The phone sports a 6.4-inch Full HD+ dual-curved OLED display, which has a screen to body […]

The post OPPO Find X Officially Launched in Malaysia appeared first on GadgetMTech.

from GadgetMTech http://bit.ly/2zOPlU2

Tips Men-Charge Smartphone Anda Agar Baterai Awet dan Tahan Lama

Smartphone adalah salah satu perangkat yang menjadi dalam kehidupan sehari hari kita. Menemani anda dimana pun kapanpun anda berada. Salah satu yang turut diperhatikan adalah ketahanan dan kapasitas sebuah baterai.
Beberapa cara kerap banyak dilakukan demi untuk memperpanjang ketahanan sebuah baterai.
Pada umumnya, baterai smartphone akan bertahanan selama 2-3 tahun, walaupun demikian banyak orang tidak sampai menikmati baterai-nya selama itu.
Termasuk melakukan hal hal yang diyakini bisa membuat baterai smartphone tahan lama, seperti mencharge semalaman hingga 100 persen. Dan juga mengecas ketika baterai sampai habis total.
Benarkah dengan melakukan cara diatas dapat membuat baterai smartphone tahan lama?
sumber foto kaskus 
Disini saya akan memberi tips men-charge baterai smartphone yang mungkin bisa memberi solusi bagi anda yang ingin baterai tahan lebih lama! Simak selengkapnya…

5 Cara Men-Charge Smartphone agar Tahan lebih Lama

1.  Jangan Terlalu Sering Men-charge Smartphone Sampai Penuh

Kebanyakan orang mengisi daya smartphone nya sampai penuh semalam. Padahal itu akan membuat baterai anda bisa menjadi kembung dikarenakan menerima daya selalu.
Tapi kebanyakan smartphone sekarang sudah mempunyai fitur yang bisa menghentikan pengisian daya ketika baterai sudah 100 persen.
Sebenarnya jika anda Men-charge smartphone secara parsial atau sebagian memiliki manfaat positif untuk memperpanjang usia baterai anda.

2. Tips Kedua Jangan Pernah Menunggu Baterai Habis Total

Berbeda dengan baterai zaman dahulu yang berbahan nikel, jika sekarang anda melakukan pengisian daya dengan bahan baterai li-ion atau li-polimer itu bisa akan berdampak buruk kualitas ketahanan dan keawetan baterai smartphone anda jika mengisi daya ketika baterai habis total. Dikarenakan mengisi daya dari 0-50 persen membutuhkan daya yang lebih besar dibandingkan dengan 50-100 persen.

3. Tips Ketiga Gunakan Charger yang Tepat dan Original

Usahakan ketika anda mengisi daya smartphone untuk selalu mengecek dulu charger yang anda gunakan. Pastikan tetap menggunakan charger bawaan dari smartphone. Dikarenakan charger bawaan sudah menggunakan fitur auto current cut yang bisa memutus arus jika baterai smartphone sudah terisi penuh.Tapi jika anda menggunakan charger lain gunakan yang tepat sesuai yang dibutuhkan oleh smartphone anda. Hal tersebut untuk mencegah kelebihan kapasitas baterai anda agar tidak sampai meledak saat mengisi daya.

4. Tips Keempat Matikan smartphone anda Ketika Melakukan pengisian daya

Banyak sekali orang yang menggunakan smartphone sambil mengecas. Padahal itu akan semakin memperburuk kinerja kualitas ketahanan sebuah baterai. Untuk itu usahakan untuk men-charge smartphone anda dalam keadaan perangkat mati, supaya ketahanan baterai anda tetap terjaga dan awet.

5. Tips yang Kelima Hindari Baterai Smartphone anda dari Panas

Salah satu musuh baterai li-ion dan polimer adalah panas. Jadi, sebisa mungkin untuk menghindari perangkat smartphone anda dalam keadaan panas. Dikarenakan panas sangatlah berbahaya dapat merusak komponen komponen yang ada dalam perangkat smartphone anda dan juga komponen yang ada dalam baterai.

from LINGKUPHAPE http://bit.ly/2zIzdUb

Cara mengatasi lupa password Akun Gmail

Lupa password adalah salah satu masalah yang banyak dihadapi banyak orang. Tidak mesti password gmail sering juga orang lupa dengan password smartphone mereka sendirisehingga membuat mereka geram dan harus mereset ulang ponsel mereka agar dapat digunakan lagi.

Nah, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara mengatasi jika lupa password itu kata sandi Gmail anda. Kita sering menyepelekan password Gmail ini ketika pertama anda beli ponsel, sehingga ketika anda ingin menggantikan password baru anda sudah lupa password lama dikarenakan lama tidak login ke Gmail tersebut.
Kalau hal itu terjadi kepada anda, anda tidak perlu khawatir dulu, karena Gmail tidak lupa dengan password anda cuma anda tidak ingat kata sandinya. Jika anda bisa melewati langkah langkah yang akan diberikan oleh Gmail dan proses validasi bisa anda lewat kan kemungkinan besar anda akan mendapat kembali password lama anda. Nah Bagaimana cara anda mendapat kata sandi  baru jika kata sandi yang lama anda gunakan itu lupa? 
Simak selengkapnya…

Cara Mengatasi Lupa Password Gmail

Sebelum anda mengganti kata sandi baru, anda harus melewati beberapa langkah ini agar anda bisa mendapatkan kata sandi baru yang akan dikirim oleh pihak google :

forgot password/lupa kata sandi

Ketika pertama beli ponsel pasti yang pertama di minta adalah Gmail. Pastikan anda mengingat alamat email kedua anda atau alamat mail pemulihan untuk memverifikasi akun Gmail anda.
Pastikan anda belum login ke akun Gmail anda tersebut selama 5 hari, karena untuk keamanan data anda dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Klik forgot password dihalaman ketika  anda masuk atau login akun email anda, masukkan alamat email anda dulu. Dibawah anda tulisan forgot password, click dan next.
Setelah itu anda akan ditanyakan beberapa pertanyaan untuk memastikan anda itu bukan robot, dan pemilik akun Gmail tersebut. Di setiap pertanyaan masukan dengan benar dan jika sudah klik next untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
Jika pertanyaan yang diajukan google anda lupa dan tidak bisa menjawab maka yang anda harus lakukan anda bisa gunakan email kedua dan nomor telepon anda yang sering digunakan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh google adalah kata sandi lama anda, verifikasi data anda, dan nomor ponsel yang anda gunakan untuk memulihkan akun gmail anda.
terakhir, Jika anda sudah melewati beberapa langkah diatas kemungkinan besar anda akan mendapatkan kembali akun gmail anda, dan menetapkan anda sebagai pemilik akun tersebut.

Nah, itu beberapa cara yang harus anda lewati sebelum anda mengembalikan password akun gmail anda. Saran saya untuk menulis atau menyimpan kata sandi yang telah anda ubah itu, masukkan ke akun gmail anda tersebut.

from LINGKUPHAPE http://bit.ly/2mcoGXx

Inspect URLs for security and to prevent attacks

In the world of cybercrime, phishing ranks among the top crimes. Ignorant users get tricked into visiting malicious websites which may appear like the real one, share their sensitive information and maybe download malware into systems. One way to be protected from phishing attacks is to be cautious about which link you click.
One can never be sure of where an innocent-looking link could lead you. Granted, it is unrealistic to stop clicking links in general. So one option is to inspect all links you come across. Especially those coming from so-called friends or from sources which appear trustworthy.
Also, read: Password Secrets: Why Your Password is Never Secure

1. Checking for authenticity

You receive an email supposedly from your bank, asking you to visit the website and log in to your account for a certain purpose. A link is provided at the bottom the page. Do not click it. The first thing to do is the copy said link and paste into your browser. Then examine it to ensure it matches the email of the company it claims to be.
Attackers are smart and will try to make the site’s URL look similar to that of the original site. You may see something like faceebook.com. Notice the double “e”? It appears similar to the original site: http://bit.ly/2ujwL19. Watch out for such similarities. Double-check if you have to.

2. Checking for security

Always try to use sites with HTTPS (HTTP Secure). It is an extension of the Hypertext Transfer Protocol which was brought up to bring about more security over the internet. It especially prevents man-in-the-middle attacks and leads to more security over transactions which may or may not be sensitive in nature.
Even if a network is insecure, HTTPS will create a secure channel to and from it. Using (HSTS) HTTP Strict Transport Security will reduce vulnerability to SSL stripping attacks. Of course, a site with HTTPS doesn’t automatically make it safe on all grounds, but it should at least improve confidence. Other checks can be performed.

3. Inspecting shortened links

Some URLs are often shortened to track clicks, make it more pleasing to the eye. URL shortening also disguises the actual address. Actual legitimate companies may do this, but hackers could also exploit this to hide where a certain link could lead you. Shortened URLs can be inspected using an online tool at http://checkshorturl.com/. Simply paste the link into the blank and watch as the underlying site gets revealed. Now you know the actual address. It’s your choice to decide whether or not the site is worth visiting.

4. Using POST not GET for sensitive information

Anyone familiar with PHP may have heard of the POST and GET superglobals. They are both request methods used with HTTP. Conventionally, they are mostly used when uploading files and forms; log in and sign up forms included, our main point of interest. It is the developer’s job to make sure the right request is used.
It is widely accepted that the POST request should be used when submitting sensitive information like usernames, passwords etc. The GET request shows the requested and submitted info/parameters in the URL. So if you submit details like a password, it appears in the URL. This is a simple GET request:

/test/demo.php?username=value1&password=value2

Hackers could intercept such data and make use of it. Web browser history and server logs will show the URL, so even HTTPS could only protect such data in transit. In addition, the GET command lengthens URL by the added information it shows. The POST method doesn’t show the parameter, hence making it the option of choice for submitting sensitive info. Developers should take note of this. If you’re a user, you may want to be more vigilant about what exactly displays in the URL once you hit the submit button.

Conclusion

Cybersecurity is and always will be a grave issue. Being online has its pros and cons. While using the internet, keep yourself vigilant. Be guarded and always willing to inspect everything you come across especially links. Not everything that appears safe is. There will always be malicious people out there looking for their next victim. Don’t be a victim.

SOURCE:  https://www.technotification.com/2018/07/inspect-urls-for-security.html

from Technology http://bit.ly/2zyK96v